Companions

Sebelum saya melanjutkan dengan cerita kehidupan saya di Singapura, ada baiknya saya memperkenalkan teman-teman saya, sesama penerima beasiswa TF LEaRN @ NTU, yang mewarnai kehidupan saya selama lebih dari 5 minggu. Rasanya tanpa kehadiran mereka, hambar hidup saya di sini.

ki-ka: Putri, saya, Gracia, Prisca, Bela, Rexy, Nabila, Rahma

 

1. Rexy Renaldo Bhagya – Kimia UGM 2012

Satu-satunya lelaki diantara kami! Paling tua pula. Pasti butuh kesabaran berlebih menghadapi keceriwisan dan kerempongan perempuan yang mengelilinginya. Rexy ini anak Indonesia paling hits di kalangan TF LEaRN seantaro Asia. Oleh karena Rexy laki-laki satunya, secara langsung kami tunjuk menjadi IC Indonesia. Lucunya ga ketulungan tapi kayaknya sreg banget ngobrol sama kami para perempuan. Jago main gitar. Punya GoPro sehingga Rexy salah satu sumber kenarsisan kami. Belakangan ini baru tahu Rexy jago masak setelah masak bersama. Benar-benar lelaki idaman.

2. Rahmasari Noor Hidayah – Teknik  Kelautan ITB 2011

Panggilannya sensei. Pertama kali ketemu sensei di bandara dan langsung komentar banyak karena doi alumnus MAN Insan Cendekia Serpong yang notabenenya banyak teman saya yang berasal dari sekolah itu pula. Padahal dari pesantren ya, tapi kelakuannya freak banget sampai saya terkaget-kaget, sensei. Suka iseng menggoda saya dengan salah satu temannya. Paling aktif suka pergi kemana-mana diantara kami semua yang rata-rata pada malas gerak. Hall-nya paling sering kami kunjungi untuk masak bersama. Padahal disini apply Maritime Studies tapi semua course yang diambil tidak ada hubungannya sama sekali dengan sekolahnya. (korban STARS War. akan saya jelaskan mengapa hal itu bisa terjadi pada post selanjutnya) Pemikiran dan perasaannya selama di Singapura dapat ditilik di sini.

3. Nabila Mardhatillah – Teknik Industri UI 2012

Seniorku saat SMA tapi baru saling mengenal dari program ini. Paling banyak cemas dan salah satu yang paling malas gerak diantara kami semua. Paling dekat dengan sensei karena hall mereka berdekatan sehingga setiap hari tidak aneh kalau melihat mereka jalan berdua. Suka merasa kemampuan bahasa inggrisnya tidak terlalu bagus padahal bagus. Sangat sayang dengan adiknya yang masih imut kecil menggemaskan. Paling getol menggoda kami semua sampai-sampai tidak ada yang menggodanya. Jangan-jangan menggoda agar digoda, ya, Nab? Kalau bersama sensei, mereka bersatu menjadi duo yang gampang kesasar.

4. Bela Fista – Teknik Industri ITB 2013

Pertama kali bertemu karena dia menghubungi saya untuk mengobrol sebagai sesama penerima beasiswa. Baru lah saya sadar bahwa Bela ini yang paling kepo diantara kami semua. Sepertinya kalau saya butuh info, saya bisa tanya Bela karena biasanya dia lebih dulu sudah mencari tahu. Baik info umum maupun info pribadi orang-orang. Orangnya punya mimpi yang besar dan sangat terlihat berusaha mencapainya. Jarang sekali saya jalan bersama Bela di akhir pekan karena dia mengambil kuliah di hari Sabtu. Moody, namun berdedikasi tinggi.

5. Yulisyah Putri Daulay – Teknik Industri UGM 2013

Super sanguinis. Pemecah keheningan. Pemberi bumbu tawa. Paling muda, paling bocah, paling aktif, paling pintar. Pokoknya paling paling. Anaknya sangat ekstrovert sehingga mudah sekali mengenal Putri. Kadang suka geli mendengar gaya bicaranya karena logat Medan masih terasa kental. Paling semangat suka mengajak pergi. Paling sering terlihat bersama Bela karena satu jurusan dan satu angkatan. Kisahnya di Singapura dapat diintip disini.

6. Maria Prisca Peivita – Teknik Kimia UI 2013

Primadona Indonesia! Sampai saat ini laki-laki yang mengejarnya berasal dari local, Prancis, dan India.  Padahal sudah punya pasangan, ya Pris. Paling stylish juga diantara kami semua. Partner belanja saya dan bahaya sekali kalau Prisca bilang ada sale di suatu tempat karena kami berdua bakal kalap berkeliling berbelanja. Dari luar kelihatannya kalem, padahal suka bercanda dan satu koneksi dengan Rexy. Paling sohib dengan Cia.

7. Gracia Naomi Hanaka – Manajemen UI 2013

Manusia nomor 2 yang suka cemas setelah Nabila. Paling sibuk dengan dunia perkuliahannya karena mengambil NBS yang terkenal dengan setumpuk tugasnya. Suara tawanya renyah seperti wafer. Mana orangnya mudah tertawa pula. Gemesein minta dicubit. Saya belum pernah sih belanja bersama Cia. Tapi pasti sama kalapnya karena Cia ini seperti Prisca hobi belanjanya. Simple minded terlihat dari pikirannya yang mengatakan bahwa kita dapat menawar murah di Little India jikalau memakai baju yang terkesan gembel.

Itu lah mereka semua! Teman-teman seperjuangan yang membuat petualangan di rimba ini tidak terlampau sulit. Sumber tawa pada kehidupan hambar kampus.

Kesayanganku.

Advertisements

Published by

Mumtaziah

Half-time engineer. Full-time wanderer.

One thought on “Companions”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s