Departure + Week 0

Pada post sebelumnya, saya mengatakan bahwa sebelum berangkat, saya memikul 2 amanah, yaitu OSKM dan Wisuda Pusat. Oleh karena hari wisuda adalah 1 Agustus 2015, saya berencana meninggalkan Bandung tanggal 1 Agustus malam dan menghabiskan waktu dengan keluarga saya hingga tanggal keberangkatan saya, 4 Agustus. Hingga tanggal 1 Agustus, saya bersyukur mendapat banyak bantuan dari teman-teman terutama Tania yang mengizinkan tempat tinggalnya sementara saya huni selama seminggu di Bandung dan masjid Salman yang selalu terbuka 24 jam sehingga dapat membiarkan raga ini istirahat sejenak jika terlampau malam di kampus.

Tanggal 1 Agustus pun tiba. Hari terakhir saya di Bandung. Mengucapkan salam kepada segenap brosis MTM, panitia Wisuda Pusat, dan panitia OSKM. Saya terharu mendapatkan beberapa hadiah sebelum pergi dari Giffary, Intan, Tania, Sekar, dan khususnya dari Hamdan si bos Akademik yang bela-belain cepat pulang magang untuk menemui saya. Ya, saya selalu bilang satu semester itu hanya sebentar. Namun, diperlakukan seperti itu, sepertinya satu semester memang tidak sebentar seperti yang saya pikirkan.

Sayangnya, rencana tinggal lah rencana. Saya yang berniat pulang langsung setelah mengucapkan salam tertahan di Bandung karena secara tidak sengaja saya mematahkan kunci perpustakaan MT saat ingin mengambil barang……………………………..

Juki, kupinta ampunmu.

Oleh karena sudah malam dan menurut saya sangat tidak santun memberikan kunci yang patah tanpa bertanggung jawab, malam itu juga, saya berkeliling mencari tukang duplikat kunci di sekitar Tubagus Ismail. Alhamdulillah saya menemukannya dan mendapatkan kunci yang jauh lebih baik. Namun, waktu sudah menunjukkan pukul 21.02 sedangkan saya belum membereskan barang untuk dibawa pulang sama sekali. Oleh karena itu saya memutuskan kembali ke kampus dan pulang ke Jakarta pada esok harinya. Mungkin kejadian ini terdengar begitu sial. Namun, dengan adanya kejadian seperti ini, saya bisa mengobrol dengan teman-teman saya sambil makan malam. An appropriate farewell.

3 Agustus – 9 Agustus 2015.

Oleh karena timeline akademik di NTU menggunakan Week-, maka saya membagi kehidupan saya di NTU per minggu. Dimulai dari tanggal 3 Agustus, saya baru benar-benar packing semua kebutuhan saya satu semester di negara orang pada malam hari sebelum esok pagi keberangkatan. Ya, jangan contoh saya yang procrastinator ini 🙂 bahkan saya baru menyadari saya butuh membeli kabel LAN untuk koneksi internet di kamar saya karena tidak ada wifi. Namun karena sudah malam, akhirnya saya memutuskan membeli kabel tersebut sesampainya di Singapura. Life tips #1: Periksa barang yang dibutuhkan dari jauh-jauh hari.

Esok harinya, 4 Agustus, merupakan hari keberangkatan saya. Pada hari ini baru lah saya bertemu TF LEaRN scholars dari Indonesia lainnya di bandara dan berkenalan dengan mereka. Maklumi saya yang terlalu fokus dengan kehidupan di Bandung sehingga bahkan dengan tidak santunnya tidak mencari tahu siapa saja orang Indonesia yang akan menjadi rekan sejawat saya selama satu semester ke depan 😦 Sebenarnya salah satu dari ITB sudah saya kenal, yaitu Bela Fista, Teknik Industri 2013. Namun saya tidak terlalu mengenalnya sehingga saya anggap pertemuan di bandara adalah pertemuan pertama kami. Pada saat itu akhirnya saya mengetahui bahwa ada 8 orang yang berasal dari Indonesia. Deskripsi mengenai 7 teman saya ini dapat dilihat pada post  sebelumnya.

Sepertinya yang lainnya sudah berkenalan terlebih dahulu secara online karena hanya saya sendiri yang tidak nyambung. Bahkan beberapa dari mereka bilang sudah berkomunikasi dengan beberapa TF scholars dari India dan Cina. Life tips #2: perkenalkan diri dan cari temanmu itu. Baik sesama Indonesia maupun TF Scholars lainnya.

Sesampainya di Singapura, kami naik taksi menuju NTU karena bawaan kami rata-rata 2 koper sehingga tidak mungkin kami berdesak-desakan naik MRT. Oleh karena kami semua baru pertama kali ke NTU dan semua hall kami berbeda, kami membuat supir taksi kebingungan dan saya, penghuni Hall 9, sebagai orang terakhir yang turun dari taksi kena omel. Life tips #3: bawa peta! Singapura itu kecil, kok, jangan merepotkan orang lain! Ah, ya, mengenai hall, yang menentukan penempatan hall dari pihak NTU sendiri dengan sistem ballot, sehingga tidak dapat kami menentukan siapa roommate kita sesuka hati. Oleh karena itu kami semua orang Indonesia tidak ada yang satu hall. Sejujurnya saya sempat khawatir jika roommate saya nonmuslim atau bukan orang Indonesia karena takut akan mengganggu tidurnya dalam rangka shalat Subuh selama satu semester ini. Akhirnya sekarang saya berada di depan kamar saya dan well, this is the moment of truth.

Begitu saya membuka pintu….

Terlihat roommate saya bermuka keturunan Tiongkok. Tapi…

“Orang Indonesia, ya?” tanya roommate saya, tertawa.

Kami berdua pun tertawa. Ya! Roommate saya orang Indonesia! Saya langsung bilang kepadanya betapa saya awalnya cemas akan perihal roommate ini. Perkenalkan roommate saya ini. Theodora Karin, MSE Year 3, yang notabene-nya berarti kami satu jurusan dan satu angkatan. Hal yang menariknya pula, saya satu hall dengan teman SMA saya pula, Dyah Adila, EEE Year 3. Kamar saya pun tepat bersebelahan dengan pantry. Betapa terlalu beruntungnya saya ini!

Namun, saya kaget ternyata default kamar ini tidak ada bantal dan kamar mandinya berada di luar kamar sehingga saya butuh sandal. Ya, kembali lagi ke life tips #1. Oleh karena banyak pula barang yang saya butuhkan, saya meminta Dila menemani saya pergi berbelanja esok harinya dan setidaknya jalan-jalan ke pusat kota.

Esok harinya, saya dan Dila pergi ke daerah Bugis dan Orchard sebelum berbelanja di daerah Jurong Point. Ya, NTU berada di pinggiran negeri Singapura ini, tidak terjangkau oleh peradaban kota sehingga tempat berbelanja terdekat adalah di daerah Jurong dengan menaiki bus 199 atau 179. Sementara untuk ke pusat kota, cara termudah dan efisien melalui MRT!

Processed with VSCOcam with c1 preset

Zia dan Dila di Haji Lane

IMG_7223[1]

Kampong Glam

Yang menyenangkan, saya akhirnya menemukan The Little Drom Store di SOTA! FYI, The Little Drom Store adalah semacam art craft store yang memuat barang-barang unyu.

IMG_7245[1]

Salah satunya adalah ini

Setelah puas jalan-jalan di pusat kota, kami berdua pergi kembali ke Jurong Point membeli kebutuhan. Betapa saya terkaget-kaget dengan harga barang di sini. Bayangkan saja sandal jepit yang paling mahal tiga puluh ribu rupiah di Indonesia seharga 6 SGD lebih di sini! Begini lah nasib orang yang tidak penuh persiapan.

6 Agustus 2015. Orientation Day For Exchange Student. Pada hari ini saya bertemu dengan exchange students dari seluruh dunia! Namun, sebelumnya, TF LEaRN scholars dipertemukan terlebih dahulu dengan sesamanya beserta para mentor dan buddyBuddy merupakan local Singaporean yang dapat menjadi guide selama hidup di Singapura sedangkan mentor adalah dosen wali. Di sini lah pertama kali saya dan Xing Xing (RRC), partner satu mentor, bertemu dengan Mr. Oh Joo Tien, mentor kami. Setelah dikumpulkan, kami semua mengikuti orientasi untuk seluruh exchange students yang tidak hanya dari TF LEaRN saja.

IMG_7250[1]

ki-ka: Grace (Myanmar), Ruby (Taiwan), Bela, Zia

TF LEaRN Scholars!

Hal menarik lainnya, minggu ini Singapura sedang bersuka cita karena perayaan Independence Day, SG50. Banyak perayaan dan offers menarik selama seminggu ini. Sehingga pada 8 Agustus 2015, saya dan beberapa TF LEaRN scholars pergi menuju Little India dan Chinatown untuk menunggu pre-celebration SG50 di Marina Bay. Ya, hari kemerdekaan jatuh pada tanggal 9 Agustus, sehingga perayaan puncaknya terjadi esok harinya. Di Little India, teman kami yang berasal dari India mengajak kami makan di vegetarian Indian restaurant karena di sana semua vegetarian, muslim, dan yang tidak suka pedas dapat makan. Di sini pula saya berkenalan dengan salah satu teman saya dari RRC, Sven, ya nama internasionalnya, yang merupakan orang terlucu menurut saya diantara kami semua.

“Zia, are you Indian? I do not know what are all these Indian cuisines”, asked Sven.

“No, but maybe I am gonna order cheese naan”

“Just order and I am gonna order same like yours,” said Sven with confused face.

“Please do not try to kill me by ordering a poisonous one, OK?” suddenly he said that.

“Oh sorry I don’t care,” I answered it to tease him.

And that was how I met the funniest guy in Singapore.

Setelah mencoba kuliner India, kami pun pergi ke Chinatown dan teman-temann kami yang berasal dari RRC mengajak kami ke kedai es serut. Di sini kami memesan semua jenis es serut agar semua orang dapat mencicipinya! Sorenya kami pergi ke Marina Bay dan menonton kembang api pada malam harinya.

A groufie in Little India

A groufie in Little India

Another groufie in Chinatown

Another groufie in Chinatown

Ice creams!

Ice creams!

With a Malaysian sweetheart

With a Malaysian sweetheart

D-1 SG50 in Marina Bay

D-1 SG50 in Marina Bay

Esok harinya, 9 Agustus 2015, saya tidak ikut dengan teman-teman lainnya yang pergi kembali ke Marina Bay menonton SG50 Celebration karena kondisinya pasti sangat ramai. Lagipula saya rasa sudah cukup menonton kembang api pada hari sebelumnya sehingga saya memutuskan pergi sendiri ke museum. Mumpung semua museum sedang gratis. Kebetulan pula ada galeri 700 tahun Singapura di National Museum of Singapore. Sekalian menambah wawasan. Setelah pergi ke National Museum, saya berkunjung ke Esplanade untuk melihat galeri seninya. Oleh karena semua orang terpusat menuju Marina Bay, saya sangat senang mendapati museum yang tidak terlalu ramai dan dapat sepuasnya berkeliling.

National Museum of Singapore

National Museum of Singapore

SG50 Celebration: SINGAPURA 700 YEARS

SG50 Celebration: SINGAPURA 700 YEARS

I See You, You See Me at Esplanade

I See You, You See Me at Esplanade

Segera saya pulang, merapikan kamar, dan akhirnya kamar saya pun sekarang siap huni!

Kamar tercinta

Kamar tercinta

Let us call it a week. Happy SG50, Singaporeans!

Advertisements

One thought on “Departure + Week 0

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s